Monday, May 26, 2014

Kelompok Ustadz Terhebat Sahid

Ada banyak ustadz dan ustadzah yang bisa saya jumpai disana. Wajar saja, di pesantren, dimana ada ustadz disitu ada santri. Ustadz itu adalah bahasa Arab yang berarti guru. Maka dari itu tidak semua ustadz itu harus bisa agama, siapapun yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada khalayak, dialah Ustadz. Di pesantren Sahid tak ada kata yang bisa saya ucapkan selain kata ustadz, ustadz, dan ustadz karena apa harus ustadz. Mau makan bilang sama ustadz, mau izin ku bilang sama ustadz jreng jreng jreng, mau apa ku bilang ustadz ooh ustadzku jreng jreng. Ada yang tau lagu itu? hehe. Iya semuanya harus dengan ustadz, karena dialah pengganti orang tua selama saya di pesantren. Sampai-sampai saya pernah berpapasan dengan seseorang yang saya tidak tahu kalu dia itu adalah seorang OB, karena kebiasaan memanggil ustadz saya panggil saja dia ustadz hmm lalu OB itu ya begitulah hmm. 
Tapi bagi saya ada sekelompok ustadz yang begitu fenomenal di Sahid, yang mempunyai kharisma yang sangat tinggi dan aura yang begitu hebat. Yang ketika santri-santri melakukan kesalahan dan bertemu dengannya mereka seakan dibawa hanyut kedalam lembah kenistaan hohoho *lebay banget ya. Tapi ini benar, bukan hanya ekspektasi saya saja, santri-santri yang lain juga beranggapan seperti itu. Pertama adalah kelompok ustad dengan aura terbesarnya mereka adalah Ustad Sadjid, sebagai pimpinan harian beliau sangat disegani sekali, ada kalanya beliau melucu ada kalanya beliau marah, salah satu gaya ceramahnya itu yang paling saya suka, santai dan tidak bertele-tele. Namun kalau sudah marah, seluruh santri tidak bisa berkata apa-apa bahkan tidak bernafas sedikit pun *lebay lagii hehe.  Kemudian ustadz Nehri, beliau oleh santri-santri disebut macannya Sahid, karena memang beliau galak sekali. dan terakhir ustadz Purwanto atau biasa dipanggil Pak Pur, beliau adalah orang yang selalu segar bugar dan mungkin tidak pernah sakit sedikit pun, beliau juga kalau sudah marah benda yang ada di dekatnya akan hancur, tapi saya salut dengan beliau karena bersikap apa adanya. Selain mereka yang punya aura-aura terbesar, ada juga yang punya skill terunik dalam menghukum santri-santrinya, yaitu Ustadz Dedi, kalau ada santri yang terlambat keluar asrama, dia akan mengeluarkan gaya smack downnya. Lalu ustadz Mufid dengan pistol airnya, dan terakhir ustadz Muslih dengan capitan kepitingnya atau biasa disebut cute atau apa ya supaya para pembaca ngerti emm Cubit kecil di bagian dada lah gitu hehe. Begitulah ustadz-ustadz disana, meski mereka seperti itu, mereka tetap bangga dengan santri-santrinya... Itu :D

Mau Karate Malah Silat

Hari itu, hari yang biasa di Sahid. Tak ada makanan, uang tak ada, orang tua pun belum menjenguk. Saya terpaksa minta-minta makanan seperti pengemis dari kamar ke kamar yang lainnya. Tiba-tiba teman sekamar saya Bezzy lari-lari dari bawah langsung ke kamar dengan terburu-burunya mengambil pulpen dan uang. Saya pun menghampirinya "nte kenapa bez?" Tanya saya. "Ane lagi mau daftar ekskul karate nih" Jawabnya. Melihat temen saya ikut karate, ada keinginan juga saya untuk ikut karate lantaran saya belum memilih satu pun ekskul yang ada di Sahid. Lalu saya bertanya lagi kepadanya "ngambil formulirnya dimana bez?" Tanya lagi. "di lobi bawah ras" Jawabnya lagi. Langsung lah saya bergegas ke bawah untuk mengambil formulir itu. Sesampainya saya dibawah, saya tidak melihat apa-apa dan siapa-siapa. Tapi saya melihat dibagian gudang ada banyak orang, pikir saya mungkin disitu pengambilan formulirnya. Saya pun kesitu untuk mengambilnya, ketika saya lihat bacaannya Silat Padepokan Paku Banten, pikir saya mungkin ini adeknya dari karate ya. Betapa O2+Nnya diriku saat itu haha. Lalu saya isi saja formulir itu dengan semangatnya dan meminjam uang kepada teman untuk membayar kostum silatnya itu.
Hari Jumatnya ketika libur, setelah shalat shubuh dan muhaadatsah atau conversation tapi dengan bahasa arab, saya memulai ekskul pertama saya yang penuh dengan semangat yaitu Silat. Ustadz Izudin atau biasa dipanggil Abah adalah pengampu ekskul silat. Saat itu kita harus memulai pemanasan terlebih dahulu kemudian lari mengelilingi Sahid yang penuh dengan tanjakan dan batu-batuan kerikil dengan tidak memakai sandal. Bagi saya hal itu biasa-biasa saja ya, tapi ketika mulai berlari kaki saya sangat tidak nyaman sekali apalagi ketika berlari di jalan yang penuh batu kerikil sangat sakit sekali, tapi tidak bagi kakak-kakak kelas saya mereka berlari seakan mereka tidak merasakan sakit apapun, super sekali bukan. Lalu terakhir melewati tanjakan yang sangat curam yang membuat saya sangat lelah sekali. Yah lelah sekali. Setelah berlari saya dan teman seangkatan saya istirahat sejenak dan lalu Abah memberikan sedikit gerakan yang harus kami hapalkan untuk kenaikan sabuk nantinya. Yah bagiku tidak buruk juga meskipun bukan karate yang terpenting sama-sama bela diri, tapi aku yakin dengan adanya saya di bela diri silat saya bisa menyelamatkan dunia *Loh hahaha nggak bercanda aja.

KETUA

Ketua, yah itu nama lain dari kelasku pertama kali di pesantren yaitu Kelas Tujuh Dua. Meskipun namanya agak sedikit maksa tapi saya bangga dengan kelas saya itu. Temen-temen waktu kelas tujuh dua itu sifatnya beraneka ragam kaya flora dan fauna di Indonesia aja beraneka ragam hehe, ada yang jago sepak bola, ada yg jago badminton, ada yg jago karate, ada yg jago ngaji, ada yg jago bahasa arab, ada yg jago bahasa inggris, ada yg jago modus ke kakak kelas, jago caper, ada juga yg kuper, dan bermacam-macam lainnya. Kalo saya menilai pada diri saya sendiri saya termasuk orang-orang yang jago nyengir alias aneh hahaha.Dibanding kelas lain, seperti tujuh tiga dan tujuh satu, mereka yah orang-orangnya kaya gitu aja. Kalo tujuh satu itu orang-orangnya pinter-pinter dan alim-alim sedangkan tujuh tiga orang-orangnya stylish semua. Jadi bagi saya gak ada seninya gitu kalo gak variatif hehe. Tapi kalo dipikir-pikir juga, kelas saya itu sangat aneh ya, kenapa? karena pernah saya pernah terlibat dalam keanehan tersebut. Contohnya saya pernah minta dikejar sama temen sekelas tapi gak ada penyebabnya, yang penting kejar aja dan mereka pun mau, betapa anehnya diriku dan mereka semua itu. Lalu pernah sewaktu-waktu saya dan teman-teman sekamar saya Eki, Faisal BK, Bezzy, dan Adhit memakai baju olahraga yg baru dikasih dari pihak sekolah kemudian kami berkeliling-keliling ke setiap kamar sambil joged-joged. Kalau diinget-inget lagi sepertinya itu hal memalukan yang pernah ada, tapi nggak juga sih saya emang suka malu-maluin ko hehe. Tapi ane tetep bangga sama kelas ane Tujuh Dua disingkat KETUA karena orangnya Tua-tua hahaha -_-. Karena hanya kelas Tujuh Dua saja yang bisa mengalahkan anak kelas 8 dan kelas 9 dalam pertandingan sepak bola. Dan saya sebagai back yang handal juga berperan dalam kemenangan kelas saya hahaha (Maaf banyak ketawanya saking bangganya nih hehe)