Ada banyak ustadz dan ustadzah yang bisa saya jumpai disana. Wajar saja, di pesantren, dimana ada ustadz disitu ada santri. Ustadz itu adalah bahasa Arab yang berarti guru. Maka dari itu tidak semua ustadz itu harus bisa agama, siapapun yang mengajarkan berbagai macam ilmu kepada khalayak, dialah Ustadz. Di pesantren Sahid tak ada kata yang bisa saya ucapkan selain kata ustadz, ustadz, dan ustadz karena apa harus ustadz. Mau makan bilang sama ustadz, mau izin ku bilang sama ustadz jreng jreng jreng, mau apa ku bilang ustadz ooh ustadzku jreng jreng. Ada yang tau lagu itu? hehe. Iya semuanya harus dengan ustadz, karena dialah pengganti orang tua selama saya di pesantren. Sampai-sampai saya pernah berpapasan dengan seseorang yang saya tidak tahu kalu dia itu adalah seorang OB, karena kebiasaan memanggil ustadz saya panggil saja dia ustadz hmm lalu OB itu ya begitulah hmm.
Tapi bagi saya ada sekelompok ustadz yang begitu fenomenal di Sahid, yang mempunyai kharisma yang sangat tinggi dan aura yang begitu hebat. Yang ketika santri-santri melakukan kesalahan dan bertemu dengannya mereka seakan dibawa hanyut kedalam lembah kenistaan hohoho *lebay banget ya. Tapi ini benar, bukan hanya ekspektasi saya saja, santri-santri yang lain juga beranggapan seperti itu. Pertama adalah kelompok ustad dengan aura terbesarnya mereka adalah Ustad Sadjid, sebagai pimpinan harian beliau sangat disegani sekali, ada kalanya beliau melucu ada kalanya beliau marah, salah satu gaya ceramahnya itu yang paling saya suka, santai dan tidak bertele-tele. Namun kalau sudah marah, seluruh santri tidak bisa berkata apa-apa bahkan tidak bernafas sedikit pun *lebay lagii hehe. Kemudian ustadz Nehri, beliau oleh santri-santri disebut macannya Sahid, karena memang beliau galak sekali. dan terakhir ustadz Purwanto atau biasa dipanggil Pak Pur, beliau adalah orang yang selalu segar bugar dan mungkin tidak pernah sakit sedikit pun, beliau juga kalau sudah marah benda yang ada di dekatnya akan hancur, tapi saya salut dengan beliau karena bersikap apa adanya. Selain mereka yang punya aura-aura terbesar, ada juga yang punya skill terunik dalam menghukum santri-santrinya, yaitu Ustadz Dedi, kalau ada santri yang terlambat keluar asrama, dia akan mengeluarkan gaya smack downnya. Lalu ustadz Mufid dengan pistol airnya, dan terakhir ustadz Muslih dengan capitan kepitingnya atau biasa disebut cute atau apa ya supaya para pembaca ngerti emm Cubit kecil di bagian dada lah gitu hehe. Begitulah ustadz-ustadz disana, meski mereka seperti itu, mereka tetap bangga dengan santri-santrinya... Itu :D
No comments:
Post a Comment